KISAH SEPOTONG KAIN PUTIH


Jumat, 21 Juli 2006 @ 15:06:09

Hari ini ada ribuan gulung kain, diperjual-belikan di pasar-pasar di kota ini,

Hari ini ada sedemikian banyak kain putih, yang sedang dibeli, diukur dan dipotong,

Hari ini ada sedemikian banyak kain putih yang siap digunakan sebagai kain kafan,

Hari ini ada sedemikian banyak kain kafan yang seolah bertanya untuk siapa ia akan dibeli.

Esok hari, siapa gerangan pembeli berikutnya,

Bisa jadi kain putih itu akan dibeli orang yang tidak kita kenal,

Bisa jadi kain putih itu kita sendiri yang membelinya untuk tetangga atau keluarga terdekat kita,

Bisa jadi seseorang sedang membelikannya untuk jenazah kita yang sedang menunggu dikubur,

Engkau boleh saja tertawa, tapi bisa jadi kain kafanmu ada di truk pengirim barang yang sedang diparkir di pinggir toko kain itu,

Engkau boleh saja berencana, tapi bisa jadi kain kafanmu sedang dipesan si pemilik toko,

Engkau boleh saja tidur nyenyak, tapi bisa jadi seorang penenun sedang memintal kain kafanmu.

Engkau boleh saja menikmati keindahan alam pertanian, tapi boleh jadi seorang petani sedang memanen kapas bahan kain kafanmu.

Kita tidak tahu kapan hidup kita berakhir,

Kita juga tidak tahu kain kafan mana yang akan menemani kita di kuburan,

Tapi yang jelas kain itu ada di suatu tempat,

Kain putih itu sendiri tidak pernah tahu kepada siapa ia akan digunakan,

Seandainya ia bisa berbicara, tentu ia akan meminta agar digunakan pada orang soleh yang selalu mempersiapkan diri untuk kehidupan berikutnya…

Sumber : NN

baca langsung di http://www.Kebunhikmah.Com

2 Tanggapan

  1. hari ini
    kain putih itu
    dicuci ibu
    dengan air mataku

  2. Wasiatku untuk yang kan ku dahului:
    Kaffankan aku dengan rahim Tuhan yang kusimpan di lemariku.
    Tinggalkan aku di kedalaman dengan berteman batu sijjil yang sering kupakai bermesraan dengan Nya.
    Siramilah makamku dengan air suci dari kehadiranNya saat kita bertamasya di taman Syurga.
    Letakkanlah tongkat Nabi Musa untuk menemaniku menghadapNya.
    Dan jika kalian bersedia, kirimkanlah jamu Kalimasodo untuk pelapangku menunggu masa….

    Yah,, belum ada lagi sih yang kepikiran. Segitu dulu aja deh…
    Hehehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: