CERITA DI BALIK TEBALNYA KABUT PUNCAK SUROLOYO (Kecewa di Suroloyo)


Bulan September 2009, dua minggu sehabis lebaran,saya dan teman-teman berangkat camping ke puncak suroloyo yang berada di wilayah perbukitan menoreh kulon progo.Sebenarnya keberangkatan ini sudah lama direncanakan sebelum lebaran,tepatnya pada bulan puasa sehabis darusan (membaca+menyimak Al-qur’an). Selesai darusan biasanya kami ngobrol santai ngalor-ngidul,nah pas asyik-asyiknya ngobrol ngalor-ngidul itulah,tak dinyana ternyata obrolan kami sampai pada rencana dadakan untuk mengadakan acara camping bersama dengan tema ”Camping Refreshing Sehabis Puasa”,….he he he,…ada –ada aja emangnya pas puasa pada Stress apa,.. ha,..ha,…ha… Hal ini mungkin terinspirasi karena di tahun lalu pada bulan yang sama kita juga sempat pergi camping ke seplawan,mungkin ini yang membuat kita kecanduan.

Singkat cerita dari hasil obrolan ngalor-ngidul kami,terpilihlah tempat terbaik versi “obrolan ngalor-ngidul” untuk dikunjungi yaitu puncak suroloyo,sebenarnya banyak tempat – tempat yang dinominasikan oleh teman-teman antara lain ada yang mengusulkan pergi ke pantai glagah,pantai samas, pantai baron,pantai di paris(parangtritis) dan lain-lain,namun ternyata dari hasil “permusyawaratan obrolan ngalor-ngidul” he he he,… menetapkan bahwa puncak suroloyolah yang dipilih.Hal ini tidak lepas dari kelihaian saya sebagai “sang provokator” eh promotor he…he…he…, bak seorang sales wisata yang menawarkan puncak suroloyo sebagai tempat tujuan camping,saya iming-imingi mereka dengan mengatakan bahwa pemandangan di puncak Suroloyo sangat indah,kita bisa melihat sunrise dan sunset ditambah pemandangan candi borobudurpun dapat dilihat dari sana,padahal saya juga belum ke sana hanya sekedar tahu dari browsing internet saja, katanya sih begitu,…he…he…he.Tergiur tawaran sang provokator eh promotor merekapun menyeujuinya ,…ha ha ha,.. sukses deh gue jadi provokator ,…ha ha ha,..

Sehari sebelum keberangkatan, kami memulai persiapan ,kami menyiapkan peralatan masak,alat-alat makan dan minum,tikar dan sebagainya.Untuk tendanya kami menyewa, lebih tepatnya sih meminjam tenda di PMI he,..he…he… biasalah gratongan alias gratisan….hari gini nyewa emang punya duit apa, he …he…he …,namun karena terjadi gempa di Padang Sumatra Barat tenda di PMI pun habis diperbantukan di sana,yah terpaksalah akhirnya kami membuat tenda sendiri seadanya.

Hari berikutnya adalah hari keberangkatan,setelah semuanya siap kamipun berangkat,janjian berangkat jam 16.00 Wib tepat,eh ternyata molor jam 17.30 Wib baru berangkat ,ya biasalah “jam karet semua” eits jangan ditiru yah,..Kami berangkat melalui jalur Dekso-Samigaluh-Suroloyo,di daerah dekso kami sempat istirahat di masjid sebentar, untuk menunaikan kewajiban sholat Maghrib.Selesai sholat kami melanjutkan perjalanan.Tiba di daerah samigaluh,..ya ampuuun jalannya nanjak bangeeet ditambah kelokan dan jurang yang dalam di sisi kanan kiri jalan,masih ditambah lagi tebalnya kabut putih yang menutupi jarak pandang kami….sungguh terlalu,..pinjem kata-katanya bang Roma….,motor kami harus berjuang mati-matian untuk menaklukan tanjakan demi tanjakan yang mematikan,..halah lebay…,Tanjakan-tanjakan di sepanjang jalan menuju puncak Suroloyo memang sangat terjal,maklumlah karena lokasi puncak suroloyo ini merupakan puncak tertinggi dari barisan perbukitan menoreh di kulon progo Yogyakarta.

Sekitar 1 jam lebih kami berjuang menaklukan tanjakan demi tanjakan dan akhirnya alhamdulillah tibalah kami di lokasi dengan selamat.Suasananya sangat sunyi,sepi dan hening,hanya suara jangkrik dan binatang malam yang menyambut kedatangan kami ,maklumlah kami tiba di sana sudah larut malam sekitar jam 11 malam.Di sana terdapat beberapa rumah penduduk namun semuanya sudah pada tutup mungkin sudah pada tidur kali,…Karena kebingungan mencari tempat penitipan motor akhirnya kami memberanikan diri untuk mengetuk pintu salah satu rumah penduduk yang biasanya dijadikan tempat penitipan motor.Tidak sia-sialah usaha kami ternyata ketukan pintu dari kami disambut oleh mereka dan merekapun bersedia untuk menampung motor-motor kami di rumah mereka,..”terimakasih ya Bapak dan Ibu”,…sahut kami.”iya,…oya kalau mau naik ke puncak hati-hati lho ya,jangan pipis sembarangan”nasehat bapak pemilik rumah kepada kami.”iya pak”,sahut kami.

Untuk menuju lokasi puncak Suroloyo ada beberapa anak tangga yang harus dilalui,tidak banyak sih hanya sekitar 380 anak tangga,..wuih banyak amiiiir,padahal rasa pegal dan capek selama perjalanan tadi masih terasa,namun ternyata rasa penasaran kami mengalahkan rasa lelah dan capek kami.kamipun naik melewati anak tangga satu demi satu.Setelah melewati anak tangga yang terakhir sampai juga kami di puncak suroloyo.Hawanya dingin banget,malam itu puncak suroloyo ditutupi oleh kabut yang tebal banget, jarak pandang yang bisa ditembus hanya sekitar 3 meter saja.

Setelah beristirahat sebentar kemudian kami mendirikan tenda dan memasak air dan makanan sambil mengobrol serta bercengkerama ria. Ketika kami sedang bersantai mengobrol dan bercengkerama tiba-tiba hujan turun dengan derasnya yang membuat kami semua panik, sehingga berhamburan masuk ke dalam tenda,namun apa yang terjadi ternyata tenda yang kami buat kemarin hanya cukup untuk 6 orang saja, sedangkan jumlah kami keseluruhan ada 12 orang,Terpaksa kami berebutan tempat di dalam tenda berdesak-desakan.Malam itu kami tidak dapat tidur sebab air hujan telah menggenangi serta membasahi tikar yang digunakan sebagai alas tidur kami.Hujanpun baru mereda setelah pagi harinya.

Pada pagi hari ternyata kabut tebal masih menyelimuti kawasan Suroloyo,sehingga keindahan pemandangan alam dan pemandangan candi brobudur yang diharapakan tidak dapat kami saksikan,aduh sayang sekali,…..karena kabut belum juga menghilang hingga menjelang siang dan pemandangan yang kami harapkan tak kunjung datang akhirnya kami putuskan untuk pulang.Kecewa,….kecewa,….

Berikut adalah foto oleh-oleh dari Suroloyo :

2 Tanggapan

  1. […] CERITA DI BALIK TEBALNYA KABUT PUNCAK SUROLOYO (Kecewa di Suroloyo)Hangzhou Bay Bridge Via Google MapsViaduc de Millau, Millau, France Via Google MapsGAMBAR FOTO […]

  2. […] CERITA DI BALIK TEBALNYA KABUT PUNCAK SUROLOYO (Kecewa di Suroloyo)Hangzhou Bay Bridge Via Google MapsViaduc de Millau, Millau, France Via Google MapsGAMBAR FOTO […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: