STOP TAWURAN


Akhir-akhir ini di media massa  baik itu media cetak, maupun elektronik banyak kita jumpai tayangan berita – berita tentang tawuran khususnya tawuran di kalangan remaja Indonesia.Para pelakunya kebanyakan remaja yang masih duduk di bangku pendidikan ada yang dari SMP, SMA bahkan sampai mahasiswa.Permasalahannya terkadang hanya sepele semisal karena saling bersenggolan ,saling caci maki, atau kadang karena jaga gengsi.Hanya karena salah satu atau sebagian saja yang bersitegang atau memiliki permasalahan kemudian mereka mengajak teman-temannya untuk turut serta membela mati-matian entah benar atau salah atas nama solidaritas, teman-teman mereka pun ikut membela dengan cara membabi buta.Lebih parahnya lagi cara penyelesaiannya diselesaikan dengan cara berkelahi massal alias tawuran yang tidak pakai aturan. Dan tidak tanggung-tanggung dalam bertawuran ria mereka memakai senjata-senjata tajam yang dapat membahayakan lawan ataupun kawan mereka, sehingga tidak mengherankan jika banyak korban luka maupun meninggal yang berjatuhan akibat dari perilaku tawuran ini. Miris memang jika melihat generasi bangsa ini rusak mentalnya akibat perilaku tawuran tersebut.Jika hal ini dibiarakan saja  tidak segera diatasi maka tidak mengherankan bila nantinya  mereka -remaja tunas-tunas bangsa- ini  jika telah dewasa dalam menghadapi persoalan dalam kehidupan pribadi,keluarga,masyarakat bahkan bangsa  dan negara akan  diselesaikan dengan cara ala tawuran  mengadopsi perilaku mereka dahulu.Jika kita amati sebenarnya tanda-tandanya mulai terlihat  pada kejadian-kejadian bentrokan  antar desa, antar kampong,antar suku/etnis yang marak terjadi saat ini, baik secara individual maupun kelompok,yang apabila dibiarkan terus-menerus dalam skala besar hal ini dapat mengancam disintegrasi bangsa.semoga hal ini tidak terjadi.

Pertanyaan selanjutnya, kenapa tawuran remaja dapat terjadi ? Salah satu penyebab diantaranya adalah dikarenakan adanya krisis mental pada diri remaja kita.Mereka tidak bisa atau bahkan tidak tahu bagaimana cara mengendalikan emosi sehingga ketika menghadapi persoalan dalam lingkup kehidupannya mereka cenderung menghadapinya dengan nafsu,emosi, amarah dan anarki.Selain itu kita juga tahu remaja adalah sosok yang sedang mencari jati dirinya , mereka cenderung masih labil.Mereka ingin diakui ke-aku-annya ,namun sayang cara penyalurannya yang salah.Yang seharusnya disalurkan melalui kegiatan-kegiatan yang positif dan berprestasi mereka malah terjerumus ke dalam kegiatan dan perilaku yang negatif .

Untuk mencagah atau meminimalisir perilaku tawuran tersebut maka dibutuhkan solusi yang tepat.Kita tahu mereka memiliki emosi yang labil, agar emosi mereka terkendali maka mereka perlu diberikan pemahaman tentang nilai-nilai  keagamaan yang mengandung keluhuran budi pekerti yang tinggi.Dalam agama kita diberikan tuntunan bagaimana mengolah emosi kita agar emosi kita bisa menjadi emosi yang mendorong seseorang untuk berperilaku yang bermanfaat bukan emosi yang dapat mendorong timbulnya perilaku yang merusak baik itu merusak diri pribadi, keluarga, masyarakat dan lingkungan.Kemudian yang kedua perbanyak wadah-wadah kegiatan yang positif dan menarik bagi kalangan remaja kita yang dapat menyalurkan sekaligus mengarahkan, membina dan membimbing para tunas-tunas bangsa kita ini agar dapat berprestasi  dan terhindar dari kegiatan-kegiatan serta perilaku-perilaku yang negatif contohnya kegiatan kesenian,karang taruna,klub olahraga,bhakti Sosial dan lain sebagainya.Dengan begitu diharapkan para remaja tunas-tunas bangsa ini nantinya bisa menjadi generasi penerus yang unggul, beriman, bertaqwa pada Tuhannya serta bermanfaat bagi sesama umat manusia,bangsa dan negaranya .aamiin.

agOs Song.

2 Tanggapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: