Sastra

Hujan


Hujan …
temani aku dalam kesendirian ini
Hatiku gelisah sedih dan berduka

Hujan …
temani aku malam ini
sirami gersang taman hati ini
agar esok pagi tumbuh bunga baru nan indah semerbak mewangi
Menghias taman hati, bersama kumbang dan kupu-kupu
dan juga si burung pagi
ramaikan suasana taman hati
menyambut datangnya sinaran sang Mentari

kemudian akupun bahagia …

<< KEMBALI KEKUMPULAN PUISI

Iklan

[ Puisi ] Selamat Jalan Sahabatku R.a.


Sahabat,bila kuingat masa kita bersama,betapa indahnya,

senang,susah,sedih, gembira, kita lalui bersama itulah medan perjuangan kita

tak terasa waktu berlalu dengan cepatnya ….

Seperti anak panah yang melesat dari busurnya …

Dan ternyata Tuhan telah memanggilmu lebih dahulu …

Seandainya waktu dapat terulang, kuingin menghentikan waktu

Maafkan aku belum sempat aku mengucap terima kasih dan membalas segala kebaikanmu  ataupun sekedar membuat engkau tersenyum bahagia dan bangga …

Namun takdir telah memisahkan kita ,

Terima kasihku atas segala nasehat dan bimbinganmu sahabatku,…

Maafkan aku bila aku lemah dalam perjuangan ini

Semoga aku dapat meneruskan perjuanganmu, perjuangan kita dan kawan-kawan

Selamat jalan teman ,selamat jalan kawan, selamat jalan sahabat baikku…

Selamat tinggal…

Semoga kita kan bersua di sana …

Di kampong keabadian dalam taman keindahan ….

 

 

<< KEMBALI KE KUMPULAN PUISI

[ Puisi ] Dzikir bersama alam raya


Ketika malam menyelimuti bumi …

Ketika bintang-bintang menampakan kemilau cahayanya

Ketika rembulan lima belas datang, menemani sang bintang,

bersanding bersama menghiasi malam

dalam mozaik keindahan …

Di sana, ..Ada hamba yang berdiri menghadap sang Raja,

Raja alam semesta ,turut tenggelam dalam simfoni dzikir alam raya …

Subhanalloh, betapa indahnya …

<< KEMBALI KE KUMPULAN PUISI

[ Puisi ] Jeritan Hati



Diary, Betapa beratnya,berjalan diantara kepalsuan mencari kesejatian …

Aku kan terus berjalan,…

kan kusibak semak-semak kepalsuan demi mencari kesejatian…

mungkin engkaupun akan kutinggalkan …

 

yang kutakutkan adalah suara-suara syetan dan lubang-lubang jebakan …

sekarang aku terjebak disini,… diantara rerimbunan kepalsuan,

ditemani syetan-syetan berkepala binatang …

 

haruskah aku putus asa ?

tidak ! aku harus tetap berjalan,aku ingin temukan kesejatian

hingga ajal kan menjelang…

Tuhanku tolonglah aku, hanya  Engkaulah harapan

jangan biarkan aku mati di sini, dalam lubang siksaan

bersama syetan-syetan berkepala binatang…

<<KEMBALI KE KUMPULAN PUISI

[ Puisi ] Maafku Tuk Sahabatku



Deary, aku terdiam, serba salah, tak tahu harus berbuat apa…

Sesuatu yang baik tak sepenuhnya bisa diterima dengan baik pula, bila salah cara pemberiannya,.

niat yang tulus akan rusak jika ada nafsu yang menungganginya…

sekarang semua telah terjadi,…

semua tahu,

semut di kolong jembatanpun tahu,apalagi gajah yang telinganya lebar,…

dan burung-burungpun saling sahut-sahutan asyik memperbincangkan …

mungkin kata maaf tak akan cukup untuk memperbaikinya ataupun mengembalikannya…

malu ? Ya itu manusiawi,

menyesal ? Sudah pasti,itu seperti mesin otomatis,tapi apa guna sesal kemudian, dapatkah ia memperbaikinya? Mungkin juga tidak.

Harapan ? Ya satu-satunya tinggal harapan, apa yang kan kau harapkan? Aku berharap semoga ini bisa selesai dengan baik, dengan kebaikan,…

sebagaimana di awal perjumpaan , tak ada rasa benci,marah,dendam ataupun rasa salah…semuanya kembali dalam fitri,…

dan perahu kehidupanpun tetap melaju tanpa harus berguncang ….

Maafkan…maafkan…maafkan,… aku.

agossong.

 

<< KEMBALI KE KUMPULAN PUISI

 

Untuk Selain Keindahanmu


Memandang selain keindahanmu adalah haram bagiku,
dan selain ucapanmu bagiku tak berarti
Lama bersamamu,terasa sebentar bagiku,dan sebentar tanpamu seakan bertahun-tahun bagiku

Sabar berpisah darimu adalah sesuatu yang mustahil,

tak ada yang dapat membunuhku kecuali terputus darimu

Jika melihatmu maka lenyaplah kegundahanku,

dan jika kau tak ada maka kematian mendekatiku

Kuingin menjadi teman dudukmu,

lalu dicurahkan anugerah untukku di tendamu

Obatilah penyakit perpisahan ini dengan perjumpaan

yang menginginkanmu saat burung berkicau

Cerita cintanya terhadapmu menggebu sejak dulu

pakaiannya cinta adalah kepedihan

Engkau sumber yang terbesar dari segala sumber

Jika kau menghendaki maka segala keinginanku akan tercapai

“Lighoiri Jamalikum.”

˄
˅
˄
˅
˄
˅

<< KEMBALI KE KUMPULAN PUISI